Jangan Ditiru ! Dekan FK Unsrat Diduga Terlantarkan Mahasiswa

Manado,Nyiurtimes.com–Tega benar laku oknum dekan fakultas kedokteran Unsrat Manado. Memilih terlantarkan mahasiswanya daripada ikut menjadi bagian dalam memperjuangkan nasib mereka. Aksi cuek dan tidak mau ambil pusing yang ditunjukkan pimpinan kampus itu, sontak membuat ratusan mahasiswa dokter gigi mengamuk. Kekesalan mereka tumpah dalam Forum Group Discussion dan aksi damai yang dipusatkan di kampus studi Pendidikan Dokter Gigi FK Unsrat, Selasa (13/2) tadi.

Dalam kesempatan itu mereka menggelar orasi. Mengaduhkan nasib mereka. Meminta Fakultas dan prodi harus bertanggung jawab tertundanya pelaksanaan wisudah. Apalagi nasib mereka digantung sudah sekian lama. Malah sudah dua kali periode wisudah berturut-turut lewat begitu saja.

“Tentu ini sangat merugikan kami sebagai mahasiswa. Tidak hanya itu orang tua kami pun menantikan keberhasilan kami dalam studi. Tapi nyatanya nasib kami digantung terus,” ungkap Riana Mentang salah satu mahasiswa Dogi begitu program studi Dokter gigi disebut yang gagal diwisudah.

Ia mengaku tak tahu harus mengaduh ke mana. Apalagi kasus semacam ini berlansung cukup lama.

“Kami semua merasa dirugikan. Kami seperti anak yang ditelantarkan,” tandas wanita berparas cantik itu.

Saking begitu kesal ia pun secara terang-terangan menyayangkan sikap Dekan Fakultas Kedokteran Unsrat, yang dalam benak mereka sebagai orang tua di kampus, justru tidak hadir dalam diskusi mencari jalan keluar nasib mereka.

Sementara itu, Korlap aksi damai yang digahas para calon Dogi Iwan Wawointana, yang juga Ketua Forum Dokter Gigi Muda Unsrat mengungkapkan tujuan pelaksanaan aksi damai dan forum diskusi itu untuk menyampaikan aspirasi-aspirasi yang ada di kampus.

Ia menyentil beragam problem yang ditengah digumuli pihaknya. Menurutnya selain persoalan yang dihadapi mahasiswa pre klinik, kendala yang jadi tantangan para dokter gigi muda (coass) yang beraktivitas di rumah sakit gigi dan mulut Unsrat, serta aspirasi mahasiswa yang terhambat untuk wisuda 2 periode berturut-turut lantaran akreditasi menjadi catatan penting bagi para petinggi Unsrat untuk berbebenah. Begitu banyak kekurangan dan masalah yang perlu disampaikan dalam kendala-kendala sebagai mahasiswa sehingga ada win-win solution yang baik.

Beruntung pil pahit yang ditelan para mahasiswa itu sedikit terobati dengan kehadiran rektot Unsrat enci Ellen mendengar keluhan mereka.

Diketahui, aspirasi para calon Dogi tersebut akan menjadi agenda rektor yang sudah dijadwalkan pada pekan depan. Untuk dibahas secara detil. (*)