Jadi IRUP Harkitnas Wabup Serukan Sinergitas SDM Digital

AMURANG–Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan menggelar upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2018 yang dipusatkan di lapangan kantor Bupati, Senin kemarin.
Wakil Bupati Frangky Wongkar tampil sebagai inspektur upacara. Nampak hadir lengkap jajaran forkompimda, jajaran Perangkat Daerah dan seluruh ASN.

Amanat Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Rudiantara yang diutarakan langsung Wakil Bupati menegaskan pentingnya pemaknaan harkitnas kali ini dengan upaya-upaya penyadaran setiap masyarakat untuk mengembangkan diri, merebut setiap peluang dalam meningkatkan kapasitas diri yang dibuka oleh berbagai pihak baik pemerintah, badan usaha, maupun masyarakat sendiri.

“Sesuai dengan tema yang diambil yaitu Pembangunan Sumber Daya Manusia Memperkuat Pondasi Kebangkitan Nasional Indonesia di Era Digital, diamanatkan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla pada butir ke-5 dari Nawacita, dalam meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia dilakukan melalui peningkatakn kualitas pendidikan dan pelatihan. Hal tersebut berimbas pada meningkatkanya perekonomian, kesehatan, pendidikan dan sebagainya,” ungkap Wongkar.
Mantan legislator Sulut yang dikenak vokal dan getol berjuang itu membedah secara simbolik SDA Indonesia terbatas. Itu sebab penting pengembangan kualitas diri. Kompotensi dan kapabilitas supaya bisa berdaya saing. Terlebih pada era sekarang sudah bukan saatnya untuk terdiam. Malah Wabup mengingatkan era sekarang ini menjadi momentum yang menuntut kita untuk tidak buang-buang waktu dan energi dengan fokus pada pengembangan.
Di sisi lain, Wongkar juga menyentil soal dinamika kebangsaan yang tengah digoyah. Oleh beragam cara untuk memecah belah persatuan. Filosofi sapu lidi, harus dimaknai dengan bijak untuk saling merangkul. Jangan sampai ikatan sapu lidi tersebut tercerai berai karena hal-hal provokasi.

Terlebih, keberadaan bonus demografi menyuguhkan keuntungan dan menjadi masa keemasan Bangsa Indonesia.
Keuntungan bonus demografi ini harus dimanfaatkan dengan produktif.

Generasi milenial yang terpapar oleh masifnya perkembangan teknologi informasi menjadi peluang sekaligus ancaman.

Maka dari itu, SDM harus mampu menjadikan hal tersebut sebagai acuan agar perkembangan teknologi di era digitalisasi dapat mendatangkan manfaat.

Persatuan dalam memecahkan masalah sangat diperlukan, demikian juga dalam konteks menghadapi era digitalisasi, maka semua harus berada dalam irama yang sama untuk mendapatkan kebermanfaatan menuju pembangunan ke arah yang lebih baik.

“Pengetahuan dan keterampilan harus seimbang, mengkhusus untuk generasi muda yang akan membawa kejayaan bangsa kedepannya, mari maknai peringatan ini sebagai acuan dalam merefleksikan diri,’’ ungkap Wongkar. (viktor)