Ingat! Pejabat ASN Diwarning Jangan Pungli

AMURANG,Nyiurtimes.com--Pemerintahan Bupati Christiany Eugenia Paruntu dan Wakil Bupati Frangky Wongkar menjejak dua tahun kepemimpinan. Pada Sabtu 17 Februari akhir pekan lalu. Di dapuk dou top eksekutif ini, kota dodol berkembang pesat. Gaya kepemimpinan tampil kompak menggebrak sudah menorehkan prestasi bagus dan membanggakan. Kerja cerdas, kerja bersih dan tuntas itu diharapkan menjadi rol model bagi jajaran kabinet CEP-FDW. Semua aras eselon dan ASN dianjurkan untuk meningkatkan profesional. Tetap memprioritaskan agenda publik. Salah satu refleksi penting yang menjadi komitmen Bupati Tetty dan Wakil Bupati Frangky Wongkar di tahun 2018 ini, memastikan kabinetnya kerja tanpa pungli, gratifikasi, korupsi apalagi. Itu ditegaskan Bupati melalu intruksinya kepada Sekda Danny Rindengan untuk menjadi perhatian para pejabat. Itu sebab Tetty begitu Bupati dengan seabrek prestasi membanggakan itu meminta secara tegas untuk meningkatkan pengawasan terhadap kinerja dan pelayanan disetiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Ia pun mewarning jangan sampai ada pejabat yang mencatut nama pimpinan cuma untuk memuluskan akal bulusnya.

“Saya mintakan seluruh kepala OPD dan jajarannya untuk tidak melakukan pungli-pungli dalam bentuk apapun,” tegas Tetty.

Jangan lagi ada pejabat, kata tetty yang kerap

menggunakan uAPBD untuk kepentingan pribadi. Berhati-hatilah dalam bertindak, semua harus sesuai aturan.

Tety berpesan, kepada para kepala Perangkat Daerah dan ASN menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya dan hati-hati dengan jebakan yang bisa menjatuhkan yang sengaja dibuat oknum-oknum tidak bertanggungjawab.

“Tetap harus laksanakan semua sesuai aturan. Benahi dan tertibkan di internal OPD. Disiplin dalam penggunaan anggaran,” harap Bupati Tetty.

Adminstrasi di kantor harus disimpan di brankas tahan api, jaga agar tetap ada arsip dan jangan sampai hilang dokumen-dokumen penting. Semua harus di back up dengan scanner di simpan dalam file Pemkab.

Sebaiknya dimasing-masing kantor OPD ada spanduk atau baliho tentang seruan dalam layanan publik tidak ada pungli. (viktor)