HUT Wanua Treman ke 333, Wanua Tertua di Tonsea Timur

Minawerot, Nyiurtimes.com – Keceriaan sepekan sangat di rasakan masyarakat desa treman kemarin 31/03. Ini di karenakan ada acara sepsial yang di gelar masyarakat wanua (desa) sendiri, yaitu hari ulang tahun ke 333 secara berpemerintahan.

“333 tahun adalah sebuah angka yang sempurna dan patut untuk di rayakan,” Tegas Tetua Adat kampung Bapak Bernadus Buang Mekel. Di dahului oleh ritual ‘rumaher wanua’ yang di lakukan di ‘minawanua’ (bekas kampung) Treman adalah dalam rangka ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Besar juga menghormati para leluhur yang telah mendirikan kampung serta meminta cuaca yang baik untuk pelaksanaan puncak acara.

 

“Semuanya di lakukan dengan sederhana, karena tanpa itu kita atau Generasi ini tidak akan ada sampai saat ini,” Tegas Om Buang, sapaan sehari hari yang pernah menjabat Hukum Tua ke 30 wanua treman ini. 

Lewat acara ini juga sudah di ketahui bahwa perjalanan para leluhur treman sudah ada sejak 9 abad yang lalu dimana terdapat bukti sejarah tempat penyebaran dan tuntunan para leluhur.

 

“Penyebaran Orang tonsea pertama di yakini mulai dari Maklentuai ketika pertama datang dari daerah Tonsea Lama atau yang di sebut Walantakan,” Jelas Tonaas Rinto Taroreh Pemerhati dan Budayawan Minahasa.

Dia berasumsi bahwa kelompok Tareuman (Treman) adalah kelompok pertama yang melakukan perjalanan kearah timur Tonsea. Sehingga Treman di klaim adalah cikal bakal berdirinya daerah daerah lain seperti kauditan, kema, girian, bitung dan sekitarnya.

“Ini adalah penanda kesinambungan sejarah perjalanan orang tonsea karena di tarik dari pemukiman pertama Maklentuai airmadidi dan menyebar ke timur dan utara,” Tutup Taroreh. (CdR)