Hebat ! TALAUD Potensi Jadi Pengekspor Ikan Terbesar

TALAUD,Nyiurtimes.com– Indonesia merupakan negara yang terdiri dari banyak pulau kecil maupun besar. Dengan wilayah yang terdiri dari sepertiga berupa daratan, dan dua per tiga dikelilingi oleh perairan atau lautan. Karena itu Indonesia disebut sebagai Negara Kepulauan. Bahkan terkenal sebagai Negara Kepulauan terbesar di dunia.

Demikian dengan Kabupaten Kepulauan Talaud yang menjadi bagian Negara Kesatuan Republik Indonesia. Talaud merupakan daerah kepulauan yang luas lautan lebih besar ketimbang daratan. Berbagai macam kekayaan laut dapat dikelola oleh masyarakat setempat. Namun yang paling utama dapat dimanfaatkan adalah sektor perikanan.

Plt Bupati Petrus Simon Tuange mengatakan dengan wilayah dan hasil laut yang besar, tentu sektor perikanan menjadi perhatian penting pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud. “Karena sektor tersebut mampu untuk menunjang kemajuan perekonomian daerah. Talaud harus jadi daerah pengekspor ikan. Pemerintah pusat dengan giatnya membangun sektor perikanan di Talaud. Sentra Kelautan Perikanan Terpadu di Salibabu telah dibangun. Dalam tahap penyelesaian. Ini merupakan proyek strategis nasional,” ujarnya, kemarin

Belum lama ini, Tuange bersama rombongan meninjau lokasi pembangunan proyek tersebut. Ia mengakui adanya kemajuan pesat dalam pembangunan SKPT tersebut. “Saya melihat pembangunan sangat baik. Ada kesungguhan pemerintah pusat untuk menetapkan Salibabu, Talaud sebagai lokasi prioritas. Fasilitas sudah disiapkan sedemikian rupa. Tanggung jawab pemerintah kabupaten diperlukan. Pemerintah akan berupaya menyiapkan fasilitas jalan dari pelabuhan lirung ke dermaga perikanan salibabu,” katanya.

Ia pun meminta agar masyarakat dapat bekerja sama dengan pemerintah dalam pembebasan lahan tersebut. ” Kita butuh akses jalan menuju dermaga perikanan tersebut. Khusus jalan masuk perkampungan ke dermaga, dibutuhkan pembebasan lahan 200 meter panjangnya sedangkan lebar delapan meter. Untuk pembebasan lahan ini, tentu kerjasama dari masyarakat dibutuhkan agar dapat segera terlaksana,” ucap Tuange. Sembari menambahkan kedepannya pengoperasian dermaga salibabu hanya untuk kapal penangkap ikan. ” Untuk kapal pengangkut baik lokal maupun ekspor sandar di Pelabuhan Lirung,” tandasnya. (tika)