Harga Kopra Turun, Mahasiswa Siap Bantu Petani

Minsel, Nyiurtimes.com – Kopra yang merupakan komoditi unggulan Minahasa Selatan saat ini harga kopra sangat memprihatinkan.

Julukan Provinsi Sulawesi Utara sebagai Bumi Nyiur Melambai yang dikarenakan sebagian besar tanah Sulawesi Utara ditanami pohon kelapa serta sebagian besar masyarakat tani Sulut bergantung pada komoditi ini. Seperti yang kami ketahui dari petani kelapa di Tareran, harganya turun mencapai 6000/kilogram.

“Harga Kopra saat ini hanya Rp.600.000 dalam 100kg, Itu artinya hanya 6000/kg. Ini sangat merugikan Petani yang biaya Produksi Kopra tidak seimbang lagi dengan pendapatan” Ungkap Ronni Worotitjan Petani Tareran.

Ditambahkannya lagi, disinyalir ada indikasi permainan ditingkatan atas dalam hal ini Pabrik Minyak Kelapa.
Keadaan yang terjadi pada Petani Minahasa Selatan terdengar oleh beberapa aktivis mahasiswa Unima yang berasal dari Minahasa Selatan dan Aktivis Liga Mahasiswa untuk Demokrasi (LMND).

Mahasiswa berjanji untuk membantu advokasi para petani dan buruh tani sampai tuntutan petani dipenuhi.

“Pada dasarnya Aktivis Mahasiswa selalu siap untuk membantu kaum tani untuk mecapai masyarakat adil, makmur dan sejahterah. Kita siap advokasi sampai aksi masa untuk menuntut hak dasar petani yang merupakan representasi dari rakyat Indonesia” ungkap Septian Paath Ketua LMND Sulut.

“Kami punya organisasi tani di Minahasa Selatan yakni Serikat Tani Nasional Minahasa Selatan yang siap untuk bersama-sama berjuang untuk Masyarakat Tani Minsel”, tambah Paath. (Jtn)