Guru Berkarakter Sebagai Aktualisasi Pendidikan Karakter

Oleh: Ansje Poluan, S.Pd Guru Berprestasi Tingkat Provinsi 2019 Unit Kerja: SD Negeri 3 Airmadidi

Secara etimologis asal usul kata, istilah “guru” berasal dari bahasa India yang artinya ‘orang yang mengajarkan kelepasan dari sengsara’(Shambuan, Republika, 25 November 1997) dalam Suparlan (2005:11). Sedangkan karakter menurut Agus Wibowo & Hamrin (2012: 41) “akar kata karakter ini berasal dalam bahasa latin, yaitu”Kharakter, kharassein, dan Kharax”.

Secara ringkas menurut American Dictionary of the English Language dalam Agus Wibowo & Hamrin, karakter merupakan istilah yang menunjuk kepada aplikasi nilai-nilai kebaikan dalam bentuk tindakan atau tingkah laku.” Pendidikan yang baik itu menurut Ki Hadjar Dewantara, mestinya mampu mengalahkan dasar-dasar jiwa manusia yang jahat, menutupi, bahkan mengurangi tabiat-tabiat yang jahat tersebut. Keberhasilan pendidikan yang sejati adalah menghasilkan manusia yang beradab.

Sebagai guru professional peningkatan kemampuan guru tidak semata-mata bertumpu pada psikomotorik dan kognotif belaka, melainkan juga harus memiliki karakter yang baik sehingga dapat diteladani. Guru yang berkarakter merupakan salah satu penentu keberhasil pendidikan itu sendiri.

Jika di korelasikan dengan terobosan pemerintah melalui penguatan pendidikan karakter, maka peran serta guru sangat diperlukan. Seorang guru harus memiliki karakter baik yang dapat ditiru dan di teladani. Pasalnya, guru berada didepan kelas berhadapan dengan peserta didik, kemudian guru mengajar pelbagai ilmu pengetahuan, selanjutnya penanaman konsep tentang tata hidup yang tidak melanggar norma-norma kesusilaan, serta membekali peserta didik dengan keterampilan sehingga menjadikan peserta didik yang mumpuni dan mampu berdaya saing.Dengan demikian maka guru harus memiliki karakter yang dapat diteladani peserta didik.

Guru berkarakter merupakan aktualisasi pendidikan karakter. Mengapa? Sebab ini berbanding lurus dengan harapan pemerintah, harapan bangsa, dan tentu harapan setiap orang tua. Apa yang diharapkan dari pendidikan karakter? Bagi penulis, perbaikan sebuah bangsa adalah dimulai dengan kesadaran akan pendidikan karakter, kemudian pendidikan karakter menjadi sebuah budaya. Dimana kita memulai pendidikan karakter? Pendidikan karakter dimulai dari lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat.

Pendidikan karakter menjadi perhatian serius dari semua pihak, yaitu: orang tua, guru, pemerintah, serta pemerhati pendidikan. Pendidikan karakter tidak hanya meminimalisir tawuran antar pelajar, kekerasan anak di usia sekolah, melainkan juga sebagai upaya pembentukan watak dan karakter peserta didik.

Pembentukan peserta didik melalui pendidikan karakter, memiliki pengaruh terhadap perubahan peserta didik, dimana tumbuh rasa peduli sesama, disiplin, berbelaskasihan terhadap orang lain, juga berempati.

Sejatinya, seorang guru harus berkarakter baik. Sebab, seorang guru tidak sekedar mentransfer of knowledge, akan tetapi seorang guru harus mengaktualisasikan nilai-nilai sikap spiritual dan social sebagai upaya pembentukan karakter peserta didik, guna menjadikan peserta didik memiliki keseimbangan hidup antara pengatahuan dan karakter yang baik.

Pendidikan karakter bagi peserta didik, berdampak pada kemapanan hidup bersisoal, berbudi pekerti, serta berakhlak mulia di masa depan. Pendidikan karakter tidak sekedar teori melainkan harus di aktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari. Guru yang berkarakter harus mengaktualisasikan pendidikan karakter.

Daftar Rujukan
Agus Wibowo & Hamrin. 2012. Menjadi Guru Berkarakter. Yogyakarta. Pustaka Pelajar.
Suparlan. 2005. Menjadi Guru Efktif. Yogyakarta. Hikayat.