GURU ABAD 21 DI ERA PENDIDIKAN 4.0

Oleh : Christian Wahyu Lasut Guru Berprestasi Juara 1 Kabupaten Minahasa Utara 2018, Juara 1 Provinsi SULUT 2018, dan Finalis Guru Berprestasi Berdedikasi Tingkat Nasional 2018 Unit Kerja: SD NEGERI WATUTUMOU II

TUNTUTAN pengembangan kompetensi guru rasanya tidak bisa dihindari lagi. Sejalan dengan hal ini, maka pemerintah memberikan banyak ruang bagi pendidik dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan diantaranya pelatihan dan pendampingan tentang kurikulum 2013 bagi guru, kegiatan bagi guru untuk penguatan 4 (empat) kompetensi guru yaitu: kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi social, dan kompetensi professional.

Selain itu juga ruang pengembangan diri dan kompetisi tersedia bagi guru diantaranya Seminar Nasional, Olimpiade Guru Nasional, Guru Berprestasi, dan lain-lain. Sehingga, guru tidak boleh berdiam diri, dan puas karena telah menerima gaji dan tunjuangan lainnya. Artinya, guru harus kreatif, inovatif, dan progresif dengan terus meningkatkan kompetensinya.

Menurut Daryanto & Syaiful (2017:6) guru abad 21 diharapkan “mampu dan dapat menyelenggarakan proses pembelajaran yang bertumpu dan melaksanakan empat pilar belajar yang dianjurkan oleh Komisi Internasional UNESCO untuk pendidikan, yaitu: 1) Learning to know; 2) Learning to do; 3) Learning to be; 4) Learning to live together. Guru dituntut selalu berperan aktif, kreatif, serta tekun”.

Wibowo & Hamrin (2012:5) menambahkan, “upaya peningkatan mutu pendidikan di negeri ini, harus terus berkelanjutan, dan jangan pernah berhenti seiring dengan perkembangan situasi atau kondisi.”

Jika menerjemahkan situati dan kondisi kekinian dalam pendidikan, bahwa guru diperhadapkan dengan perkembangan teknologi dan komunikasi, sehingga guru harus melek teknologi dan komunikasi.

Teknologi menjadi sumber media bagi guru untuk mendekatkan guru pada informasi yang luas, dalam artian jangkauan ilmu tidak hanya dibatasi dengan kepustakan literature, melainkan dapat mengakses informasi melalui teknologi internet semisal google. Kecanggihan dan pemanfatan teknologi menjadi petanda guru mulai selaran dengan abad 21.

Daryanto & Syaiful (2017:1) menambahkan, “kemampuan berpikir kritis, memecahkan masalah, dan berkolaborasi menjadi kompetensi penting dalam memasuki kehidupan abad 21. Sekolah dituntut mampu menyiapkan peserta didik memasuki abad 21. Abad 21 merupakan abad pengetahuan, abad dimana informasi banyak tersebar dan teknologi berkembang. Karakteristik abad 21 ditandai dengan semakin bertautnya dunia ilmu pengetahuan, sehingga sinergi diantaranya semakin cepat. Pendidikan Nasional abad 21 bertujuan untuk mewujudkan cita-cita bangsa, yaitu masyarakat bangsa Indonesia yang sejahtera dan bahagia, dengan kedudukan yang terhormat dan setara dengan bangsa lain.”

Guru abad 21 harus siap mengahadapi loncatan kemajuan pandidikan dari 3.0 kepada Pendidikan 4.0. Sebenarnya guru telah siap, dikarenakan pendidikan 3.0 secara bertahap dan selanjutnya menyeluruh memperlengkapi guru mulai dari aspek afektif, aspek psikomotor, dan aspek kognitif. Kesiapan ini diharapkan berbandinglurus dengan implemetasi dilapangan. Sumberdaya manusia sangat dibutuhkan di era pendidikan 3.0, namun di era pendidikan 4.0 tidak mengabaikan ketiga aspek era 3.0 melainkan meluber dengan era pendidikan 4.0.

Kemajuan pendidikan dengan pemanfaatan digitalisasi, pemanfaatan media online, kemudahan pengetahuan yang dapat diakses di internet serta berbagai aplikasi pendidikan dan bukan hal yang tidak mungkin, jika guru abad 21 masih mempergunakan metode konvensional dan mengabaikan pendidikan 4.0, maka guru akan stagnan, dan peserta didik akan lebih banyak mengetahui hal-hal yang baru yang mereka temukan ketika browsing melalui internet. Guru mengalami kemudahan dalam menentukan media serta informasi-informasi terbaru. Hadirnya pendidikan 4.0 guru harus meng-update pengetahuan, dan meng upgrade diri guna mempersiapkan peserta didik siap menghadapi tantangan yang riil diera digital.

Perjumpaan antara pendidikan 3.0 dan pendidikan 4.0 menjadi kolaboratif yang relevan saat ini. Guru abad 21 terus melatih dan memperlengkapi peserta didik yang mampu berpikir kritis, kreatif, mampu berkolaboratif, dan komunikasi, dengan demikian peserta didik mampu merefleksikan pada pendidikan 4.0. Kehadiran pendidikan 4.0 merupakan jawaban sekaligus tantangan bagi guru abad 21 untuk tidak berdiam diri, terus memiliki niat dan tekad yang kuat untuk memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi di era digitalisasi.

Guru abad 21 di era pendidikan 4.0 harus lebih kompititif. Sejatinya, pendidikan tidak dibatasi dinding kelas, pendidikan 4.0 menjadi dinamis dan aplikatif dengan pemanfatan digital sebagai salah satu media, jembatan pembelajaran. Guru abad 21 di era pendidikan 4.0 adalah guru masa depan mempersiapkan peserta didik siap menghadapi tantangan dan mampu bersaing di era revolusi industry 4.0. Jadilah guru hebat abad 21 di era pendidikan 4.0.

Daftar rujukan
Agus Wibowo dan Hamrin. 2012. Menjadi Guru Berkarakter. Yogyakarta. Pustaka Pelajar
Daryanto dan Syaiful. 2017. Pembelajaran Abad 21. Yogyakarta. Penerbit Gava Media.