Gereja di Malalayang akan Dieksekusi, MJP: Pengadilan Jangan Represif!

Manado, Nyiurtimes.com– Pengadilan Negeri Manado hari ini, 8 Agustus 2019 mengagendakan akan mengeksekusi satu bangunan Gereja GPdI Anugerah Kelurahan Malalayang 1 Timur Lingkungan VI, Kecamatan Malalayang Kota Manado.

Informasi yang beredar di akun facebook Fransisca Chika Lembong, mengungkapkan Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Anugerah Kelurahan Malalayang Satu Timur Lingkungan VI Kecamatan Malalayang kota Manado, kompleks Air Panas Jalan Kayu Bulan akan dieksekusi Pengadilan Negeri Manado, Kamis (07/06/2019) pagi pukul 09.00 Witta.

Fransisca Chika Lembong mengaku pihaknya memiliki surat lengkap dan gereja mereka sudah berdiri lebih dari 10 tahun dengan bangunan permanen. Namun tiba-tiba mereka mendapat surat Gereja mereka mau dieksekusi.

Ketua DPW PSI Sulawesi Utara Melky Jakhin Pangemanan (MJP) berharap Pengadilan Negeri Manado dapat membatalkan eksekusi tersebut sembari mengingatkan agar jangan represif terhadap jemaat GPDI.

“Pengadilan Negeri Manado jangan coba-coba represif. Saya berharap eksekusi dapat dibatalkan. Ingat konstitusi kita menjamin tentang hak beribadah dan memiliki tempat ibadah”, ujar MJP

MJP pun menambahkan bahwa Negara memiliki tanggung jawab untuk memberi perlindungan dan memfasilitasi setiap warga negara untuk beribadah.

“Pasal 29 Ayat (2) UUD 1945 menegaskan negara harus menjamin. Negara wajib memberi perlindungan hingga memfasilitasi bukan menghalangi”, kata MJP yang adalah Tonaas IPTEK dan Riset DPP Laskar Manguni Indonesia (LMI).

Sebelumnya, Tonaas Wangko LMI Pendeta Hanny Pantouw telah menginstruksikan jajaran LMI untuk turun ke lokasi menggagalkan rencana eksekusi tersebut.

Di saat bersamaan Pdt Hanny menulis surat terbuka kepada Presiden Jokowi lewat akun facebook DPP LMI.

Dalam surat itu, Pdt Hanny meminta agar Jokowi tidak tutup mata dan memperhatikan rencana eksekusi tersebut sebagai wujud komitmennya menjaga kehidupan beragama.

“Cukup hanya di pulau Jawa gereja dibongkar dan dibakar. Jangan terjadi di kota Manado Sulut,” pintanya.

Berikut pernyataan Pdt Hanny yang tertera di akun facebook DPP LMI:

SURAT TERBUKA UNTUK YANG TERHORMAT,
Presiden Joko Widodo ..

KAMI ORGANISASI MASYARAKAT ADAT LASKAR MANGUNI INDONESIA
MEMOHON UNTUK BAPAK PRESIDEN JOKOWI MEMPERHATIKAN MASALAH PEMBONGKARAN GEREJA DI GPDI ANUGERAH MALALAYANG SATU TIMUR
CUKUP HANYA DI PULAU JAWA GEREJA DI BONGKAR DAN DI BAKAR,, JANGAN TERJADI DI MANADO-SULUT. (*)