Gelar Bimtek Publik Minta ‘ole-ole’ Legislator Mins

Amurang, Nyiurtimes.com–Tuntas sudah pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) para legislator Minsel. Walau begitu, kegiatan memboboti kualitas sumberdaya Om dan tante Dekab itu diharapkan punya kontribusi nyata bagi kepentingan publik. Semacam ada harapan selepas kegiatan Bimtek para wakil rakyat mampu membawa ‘ole-oleh’ yang bisa dirasakan secara nyata oleh masyarakat. Apalagi kegiatan Bimtek yang digelar di Jakarta itu melibatkan 30 anggota DPRD Minsel. Artinya tidak sedikit anggaran yang terkuras.
“Harus sebanding dong. Kalau kegiatan Bimtek itu menguras anggaran ratusan juta. Maka publik wajib menagi. Apa manfaatnya, ” komentar praktisi hukum Maikel Tilung. Ia secara singkat menjelaskan harus ada manfaatnya dari kegiatan Bimtek. Sebab fungsi mempertajam kualitas dan bobot para wakil rakyat itu dampaknya supaya mendorong efektivitas kerja-kerja legislator.
“Jangan cuma gemar ikut Bimtek tapi hasilnya begitu-begitu saja. Kalau begitu lebik tidak perlu melakukan Bimtek, ” kritik Tielung.
Sementara itu diketahui Bimtek yang digelar LPPM Universitas Jayabaya Jakarta itu, menghadirkan Kasubag Ditjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Rikie SSTP, sebagai narasumber.
Adapun materi yang diberikan antara lain tentang penerapan Standar Pelayanan Minimum (SPM) sesuai PP No.2 tahun 2018, memahami UU No.7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, Peraturan Pemerintah Nomor 2 tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal (SPM), dan tata cara dan tahapan penyusunan Perda.
Begitupun dengan Bimtek pelaksanaan Pemilu Serentak tahun 2019 dan Pilkada Serentak Tahun 2018, implementasi UU No. 7 Tahun 2017 Tentang Pemilu Tahun 2019, menghadirkan narasumber Muhtar Sald SH MH (advokad/pengamat politik) (viktor)