Gara-gara Ini Panwas Minsel ‘Semprot’ Dukcapil

Amurang,Nyiurtimes.com–Panitia Pengawas (Panwas) Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) mempertanyakan validitas data penduduk yang dikantongi Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Minsel. Pasalnya ada perbedaan menyolok antara pileg 2014. Terbaru yang dilaporkan Dukcapil pada rapat uji publik penataan dapil dan alokasi kursi untuk pemilihan umum 2019 di Sutan Raja Hotel kemarin. Mencuat sekira 7.175 jiwa yang tidak terdaftar sebagai pemilih. Itu tersebar di delapan kecamatan. Satu diantaranya Kecamatan Tompasobaru yang penduduknya hilang hingga mencapai 1.241 Jiwa. (Lihat Grafis)

Personil Panwaslu Minsel Franny Sengkey dan Winsi Kuhu mengatakan terbongkarnya ribuan penduduk yang hilang di beberapa kecamatan di Minsel, berdasarkan data yang dibeberkan KPU terkait adanya pembahasan daerah pemilihan (dapil). Dan hasil penelusuran terungkap ada beberapa kecamatan yang penduduknya hilang capai ribuan orang.

Menurut Sengkey, kehilangan ribuan jiwa sesuatu yang sangat prinsip sebab perbandingan data pemilu 2014 dan pendataan tahun 2017 ini adanya ribuan populasi yang hilang di kecamatan.

“Apakah data Pemilu 2014 yang tidak valid atau data sekarang yang tidak valid, sebab hilang secara skala besar ini akan menjadi persoalan di kemudian hari,” ujar Sengkey yang mengaku hal ini akan berpotensi memunculkan surat keterangan ketika hari pileg nanti.

Sementara itu Kadiscapil Minsel Corneles Mononimbar menjelaskan, bahwa hilangnya ribuan jiwa salah satu diakibatkan data penduduk tidak terekam dalam E-KTP. Meski begitu dia mengaku, jumlah penduduk keseluruhan Kabupaten Minahasa Selatan tidak berubah drastis dimana data Pemilu 2014 berjumlah 235.231 jiwa dan data Pemilu 2019 berjumlah 234.365 jiwa. Justru keseluruhan Kabupaten Minsel hanya hilang sebesar 866 jiwa, karena ada kecamatan yang tidak hilang penduduknya tapi naik. Dan yang naik drastis di wilayah Ibukota Amurang.(viktor)

Grafis