Gagas Partisipasi Publik Awasi Pemilu TePI Sulut Gelar Diskusi Ngobrol Politik

Manado, nyiurtimes.com--Komite Pemilih Indonesia (TePi) Sulut menggelar diskusi tematik peran partisipasi masyarakat dalam pengawasan pilkada untuk pemilu berintegritas. Kegiatan yang dikemas dengan trend NgoPi (Ngibrol Politik) itu berlangsung dialogis Rabu kemarin di bilangan rumah kopi nation Tikala.

Pantauan redaksi ini, banyak perwakilan Organisasi Kepemudaan (OKP) Ormas dan organisasi kemahasiswaan sekalipun nampak hadir.

Acara tersebut dipandu langsung Kordinator Propinsi TePi Sulut dr Hizkia Sembel. Sebagai pengantar mantan Ketua BPC GMKI Manado itu memberi pemahaman urgensi penyelenggaraan proses pemilu berjalan sesuai dengan ketentuan dan asas pemilu, diperlukan suatu pengawalan.

Ia menjelaskan dalam konteks pengawasan ternyata bukan sekedar tugas penyelenggara pemilu. Dalam hal ini Panwas dan Bawaslu. Tetapi merupakan tanggungjawab semua steikholder.
“Artinya disamping pengawasan oleh Bawaslu, terdapat juga pengawasan yang dilakukan oleh masyarakat terhadap proses penyelenggaraan pemilu yang disebut dengan kegiatan pemantuan pemilu,” terang Sembel.

Suasana diskusi Ngobrol politik. Nampak para peserta begitu serius

Aktivis yang dikenal vokal di zamannya itu membedah adanya partisipasi masyarakat dalam melakukan pengawasan pemilu ini adalah bentuk dari penggunaan hak warga negara untuk mengawal hak pilihnya. Selain itu kegiatan pemantauan ini juga merupakan upaya kontrol dari publik untuk menjaga suara dan kedaulatan rakyat di dalam penyelenggaraan negara.

“Nah urgensi inilah yang kemudian menjadi kajian kita dalam diskusi ini. Artinya dalam kesempatan ini secara terperinci membahas bagaimana konsep dan gagasan dalam pelibatan dan partispasi masyarakat sipil dalam melakukan pengawasan pemilu,” ketus Sembel.

Sementara itu, Ketua KPU Sulut Ardiles Mewoh mengaku kagum dengan gagasan TePi Sulut yang boleh menggelar diskusi semacam ini. Apalagi kata dia kegiatan-kegiatan positif seperti ini yang melibatkan generasi muda justru menjadi wadah aktif penyaluran berbagai ide dan gagasan bagimana mewujudkan prinsip partisipasi publik itu bergairah.

“Tentu ini tujuannya meningkatkan pemahaman masyarakat akan pentingnya pengawasan pemilu, mendapatkan masukan dari masyarakat berkaitan dengan pelaksanaan pengawasan pemilu dan merumuskan formula pelibatan masyarakat yang tepat dan terarah dalam pengawasan pemilu,” puji Mewoh.

Selain Ketua KPU Sulut tampil juga sebagai pemateri Ketua TePi Pusat Jeiry Sumampow dan Pimpinan Bawaslu Sulut Kenly Poluan.
Usai diskusi dilanjutkan dengan pembacaan rekomendasi dan pokok-pokok pikiran diantaranya :

1. Tingkatkan partisipasi masyarakat untuk memilih
2. Edukasi kepada masyarakat tentang tahapan dan proses pelaporan di Panwaslu yang membutuhkan kelengkapan adiministrasi
3. Adanya lembaga pemantau pemilu/organisasi kepemudaan/ organisasi kemasyarakatan untuk mensupport dan mendukung masyarakat dalam partisipasi
4. Dibutuhkan lembaga pemantau pemilu/OKP/Ormas yang terverifikasi KPU untuk pilkada dan Bawaslu untuk pemilu sebagai pemantau dalam Pilkada maupun Pemilu
5. Dibutuhkan regulasi yang rinci tentang penyelenggaraan Pilkada dengan calon tunggal
6. Dibutuhkan formulasi ditingkat parlemen untuk calon dari kalangan pemuda
7. Organisasi Kepemudaan, BEM Perguruan Tinggi se-Sulut, Kelompok Cipayung dan Lembaga Pemantau Pemilu Mendukung langkah KPU untuk melarang mantan koruptor mencalonkan diri
8. Mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa negatif campaign sebagai bagian dari Kampanye Pemilu/Pilkada untuk mencerdaskan pemilih

.