GAC-AGC Bantu Pemerintah dan Penambang di Sulut

Manado, Nyiurtimes.com – Dalam rangka meningkatkan kesadaran terhadap isu Pertambangan Emas Skala Kecil (PESK) di Sulawesi Utara, Artisanal Gold Council (AGC) luncurkan ‘PERS Week’.

PERS (Program Emas Rakyat Sejahtera) merupakan program peningkatan pembangunan sektor PESK yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas mata pencaharian, lingkungan, dan kesehatan bagi komunitas PESK di wilayah program di Indonesia.

Program ini didanai oleh Global Affairs Canada (GAC) bekerjasama dengan pemerintah Indonesia dan diimplementasikan oleh AGC. ‘PERS Week’ berlangsung dari 19-24 Maret di Manado dan Tobongon, Sulut, yang merupakan salah satu site program PERS di Indonesia.

PERS Week bertujuan untuk meningkatkan kesadaran terhadap isu PESK sebagai perangkat pembangunan di daerah, dan bagaimana pemerintah lokal Sulut dan pemerintah nasional bertindak untuk menyelesaikan permasalahan di sektor ini.

Terdapat tiga kegiatan dalam minggu ini, yang pertama adalah National Action Plan on ASGM (NAP) Baseline Training Workshops yang dilaksanakan dari 19-22 Maret 2018 di Manado dan Tobongon. Acara kedua adalah Kunjungan Dubes Kanada H.E Peter MacArthur pada tanggal 21 Maret 2018 di Tatelu. Pada 24 Maret 2018, akan diselenggarakan aktivitas dengan komunitas yang akan diselenggarakan di Tobongon bekerjasama dengan mitra lokal PERS yaitu AMAN (Aliansi Masyarakat Adat) Sulawesi Utara.

Untuk memulai PERS Week, NAP training secara resmi dibuka oleh Ir. Yun Insiani, M.Sc, (Director of Hazardous Management) Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, di Swissbell Hotel Manado.

“Program PERS ini sejalan dengan komitmen pemerintah Indonesia dalam mendukung keberlangsungan sektor PESK. Bahkan, salah satu prioritas PERS dalam mengedukasi komunitas PESK untuk berhenti menggunakan merkuri juga sesuai dengan program nasional dalam penghapusan merkuri,” ujar Yun.

Training ASGM Baseline ini dipandu oleh tim ahli dari AGC, Jennifer O’ Neill.

Tujuan dari workshop ini adalah untuk membantu badan pemerintah dalam menyiapkan NAP sebagai bagian dari kewajiban Indonesia di bawah Minamata Convention.

Workshop ini dihadiri oleh 20 peserta dari KLHK dan universitas di Indonesia. Training ini sejalan dengan ASGM toolkit “Estimating Mercury use and Documenting Practices in Artisanal and Small-scale Gold Mining (ASGM): Methods and Techniques”, yang merupakan buku panduan dan alat analisis AGC/ United Nations Environmental Progream yang dirancang untuk membantu baseline merkuri ASGM di bawah NAP.

“PERS dengan bangga membantu pemerintah Indonesia dalam mengambil langkah penting,” ujar Richard Gutierrez, AGC Project Manager Indonesia.

“Bantuan dari Global Affairs Canada membantu kami untuk dapat membawa para ahli dari Kanada agar dapat membantu pemerintah Indonesia memenuhi kewajiban dalam Konvensi Minamata dan mendukung upaya lainnya dalam pemberdayaan gender, lingkungan, dan kesehatan di sector PESK,” tutupnya.