FIGMS Bicarakan Eksistensi Tambang Di Bowone Sangihe

Forum Ilmiah Generasi Muda Sangihe
Sebagian Dari Forum Ilmiah Generasi Muda Sangihe

MANADO, Nyiurtimes.com – Terkait maraknya aksi tambang liar di Kabupaten Sangihe khususnya di wilayah Kampung Bowone Kecamatan Tabukan Selatan Tengah (Tabselteng) menimbulkan reaksi dari Forum Ilmiah Generasi Muda Sangihe (FIGMS) di Manado, dengan menggelar diskusi bertakjub “Masalah Pertambangan Di Bowone” pada Selasa, (19/11/2019) di Kost Biru, Bahu Manado.

Dalam forum diskusi tersebut kedua pemantik yang merupakan putra daerah Sangihe dengan membahas masing-masing dengan pandangan mereka terhadap persoalan yang terjadi.

Menurut pemantik Alvian Tempongbuka hadirnya tambang rakyat dikampung Bowone tersebut memang melahirkan berbagai polemik, tetapi dia lebih memandang bahwa hadirnya tambang rakyat ini sebagai ruang hidup masyarakat Sangihe, terlebih khusus masyarakat Tabukan Selatan Tengah itu sendiri atau di kampung Bowone.

“Karna dengan hadirnya tambang tersebut mampu berkontribusi terhadap perekonomian masyarakat. Maka dari itu saya rasa suatu keharusan segera diadakan sosialisasi serta audiensi dari pada pihak pemerintah kepada masyarakat Bowone yang adaTentang eksistensi pertambangan tersebut,” jelas Alvian saat memaparkan materinya.

Sementara itu, pemantik Victor Takarasel mengatakan kaum muda harus bisa memberi dampak untuk masyarakat khususnya di daerah Kabupaten Sangihe dan dia juga berharap pemerintah harus hadir memberikan solusi serta mampu melihat beragam aspek yang ada dalam masyarakat.

“Anak muda adalah komoditi akselerasi untuk percepatan hidup sehingga bisa berdampak untuk masyarakat dan dalam hal ini kami selaku kaum milenial mengharapkan Pemerintah harus hadir untuk memberikan solusi dengan melihat aspek-aspek yang selama ini masyarakat telah bergantung dari hal tersebut sehingga bisa menjadi daya dobrak untuk gerakan ekonomi daerah dengan mempertimbangkan dampak positif dan negatif,” ujar Viktor.

Kedua Pemantik Diskusi Alvian Tempongbuka & Victor Takarasel
Pemantik Diskusi

Ikshan Tempongbuka, ketua dari FIGMS mengatakan hadirnya forum ini adalah wadah menampumh aspirasi mahasiswa dan masyatakat Sangihe guna Sangihe yang lebih baik.

“Sebagai wadah untuk menampung semua aspirasi mahasiswa bahkan masyarakat Sangihe serta menghadirkan nalar kritis, solutif, bahkan berintegritas guna Sangihe yang lebih baik lagi” beber Ikshan.

Menyambung ungkapan dari ketua FIGMS, wakil ketua FIGMS, Josri Mandianganmengatakan berdasarkan tujuan hadirnya forum ini, maka ketika melihat persoalan yang terjadi di kampung Sangihe maka menjadi suatu keharusan untuk membicarakan persoalan ini dan bisa mengahadirkan sumbangsih untuk terhadap persoalan yang terjadi.

“Diskusi ini jadi suatu keharusan bagi kita mahasiswa Sangihe yang terhimpun dalam forum ini agar ketika kita pulang ke daerah kita di sangihe kita sebagai mahasiswa bisa memberingan sumbangsih pemikiran dari kajian-kajian kita untuk bisa menjawab persoalan yang teradi,” kata wakil FIGMS.(Mineshia)