FFI Berlangsung Spektakuler, Banyak Artis Sebut Manado Kota Menyenangkan

FFI Berlangsung Spektakuler

Sulut,Nyiurtimes.com–Malam penganugerahan Festival Film Indonesia (FFI) tahun 2017 berlangsung spektakuler. Ajang bergengsi di dunia perfileman Indonesia itu dibuka langsung Sekretaris Jendral Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI Didik Sujardi, dengan didampingi Gubernur Sulut Olly Dondokambey, di Grand Kawanua Hotel Manado, Sabtu (11/11) malam kemarin.

Tampil sebagai pembawa acara Putri Indonesia berdarah Amurang Kezia Warouw dan Deny Chandra menambah hajatan akbar itu semakin memukau dan membuat ribuan pasang mata begitu terkesima.

Ketua Panitia Pusat FFI 2017 Leni Lolang menguraikan ajang nominator film indonesia ini tidak sekedar diberi award pada film yang di rilis saja. Tapi ada juga kategorial bagi aktor yang melakoni peran. Begitu juga dengan para cast & crewnya, akan bersaing memperebutkan Piala Citra.

Nah dari 22 kategori yang ada, 18 adalah kategori untuk film panjang, sementara 4 lainnya untuk film pendek,” terang Lolang yang disambut riah riuh aplaus para tamu undangan yang tumpah ruah.

Lanjutnya ada juga film animasi dan dokumenter, lalu ada kategori penghargaan khusus yakni lifetime achievement dan in memoriam. Lifetime Achievement Award. Apresiasi itu diberikan pada individu yang berdedikasi seumur hidup di perfilman Indonesia. Kategori ini langsung disebet produser kawakan Budiyati Abiyoga yang sudah lama berkecimpung di film.

Sementara itu, sejumlah artis mengaku kagum dengan keindahan alam yang dimiliki Kota Tinutuan ini. Malah ada yang menyebut Manado sebagai kota yang sangat menyenangkan.

“Selain banyak panorama indah orang-orangnya ramah dan enak diajak ngobrol,” sebut Abiyoga usai menerima penghargaan.

Diketahui, pemberian piala citra langsung dilakukan oleh presiden ke lima RI Megawati Soekrano Putri. Sementara Gubernur Olly Dodokambey menyerahkan tropi kepada pemeran pria terbaik.

Berikut nominator pemenang berdasarkan kategori FFI 2017.

Film Terbaik
Cek Toko Sebelah (Starvision Plus)
Kartini (Legacy Pictures & Screenplay Films)
Night Bus (NightBus Pictures & Kaninga Pictures)
Pengabdi Setan (Rapi Films & CJ Entertainment)
Posesif (Palari Films)

Sutradara Terbaik
Edwin (Posesif)
Emil Heradi (Night Bus)
Ernest Prakasa (Cek Toko Sebelah)
Hanung Bramantyo (Kartini)
Joko Anwar (Pengabdi Setan)
Ody C. Harahap (Sweet 20)

Penulis Skenario Asli Terbaik
Ernest Prakasa (Cek Toko Sebelah)
Gina S Noer (Posesif)
Joko Anwar, Ernest Prakasa, Bene Dion Rajagukguk (Stip dan Pensil)
Nurman Hakim, Zaim Rofiqi, Ben Sohib (Bid’ah Cinta)
Raditya Dika (Hangout)

Penulis Skenario Adaptasi Terbaik
Bagus Bramanti & Hanung Bramantyo (Kartini)
Fathan Todjon & Lucky Kuswandi (Galih dan Ratna)
Joko Anwar (Pengabdi Setan)
Rahabi Mandra & Teuku Rifnu Wikana (Night Bus)
Upi Avianto (Sweet 20)

Pengarah Sinematografi Terbaik
Amalia TS (Galih & Ratna)
Anggi Frisca (Night Bus)
Batara Goempar (Posesif)
Faozan Rizal (Kartini)
Ical Tanjung (Pengabdi Setan)

Pengarah Artistik Terbaik
Allan Sebastian (Kartini)
Allan Sebastian (Pengabdi Setan)
Benny Lauda (Filosofi Kopi 2: Ben & Jody)
Vida Sylvia (Sweet 20)

Penata Efek Visual Terbaik
Amrin Nugraha (Night Bus)
Epix Studio, Postima, MAG (Rafathar)
Finalize Studios – Heri Kuntoro & Abby Eldipie (Pengabdi Setan)
Fixit Works – Dana Riza & Faranas Irmal (Pasukan Garuda: I Left My Heart in Lebanon)
Fixit Works – Dana Riza & Faranas Irmal (The Doll 2)
OrangeRoom CS (Gerbang Neraka)

Penyunting Gambar Terbaik
Aline Jusria (Sweet 20)
Arifin Cuunk (Pengabdi Setan)
Cesa David Luckmansyah (Cek Toko Sebelah)
Kelvin Nugroho & Sentod Sahid (Night Bus)
Ryan Purwoko (Critical Eleven)
Wawan L Wibowo (Kartini)
W Ichwandiardono (Posesif)

Penata Suara Terbaik
Dwi Budi Priyanto & Khikmawan Santosa (Pasukan Garuda: I Left My Heart in Lebanon)
Khikmawan Santosa & Sutrisno (Kartini)
Khikmawan Santosa & Anhar Moha (Pengabdi Setan)
Khikmawan Santosa, Mohamad Ikhsan Sungkar, Madunazka (Cek Toko Sebelah)
Khikmawan Santosa, Mohamad Ikhsan Sungkar, Suhadi (Critical Eleven)
Wahyu Tri Purnomo & Jantra Suryaman (Night Bus)

Penata Musik Terbaik
Aghi Narottama, Tomy Merle, Bemby Gusti (Pengabdi Setan)
Ivan Gojaya (Galih & Ratna)
Macanderson (Filosofi Kopi 2: Ben & Jody)
Thoersi Argeswara (Pasukan Garuda: I Left My Heart in Libanon)
Tya Subiakto (Mooncake Story)

Pencipta Lagu Tema Terbaik
Isyana Saraswati – Sekali Lagi (Critical Eleven)
Melly Goeslaw – Dalam Kenangan (Surga yang Tak Dirindukan 2)
Mada The Overtunes – Senyuman dan Harapan (Cek Toko Sebelah)
The Spouse – Kelam Malam (Pengabdi Setan)

Penata Busana Terbaik
Anggia Kharisma (Filosofi Kopi 2: Ben & Jody)
Dara Asvia (Sweet 20)
Gemailla Gea Geriantiana (Night Bus)
Isabelle Patrice (Pengabdi Setan)
Retno Ratih Damayanti (Kartini)

Penata Rias Terbaik
Cherry Wirawan (Night Bus)
Cherry Wirawan, Dian Anggraini (Gerbang Neraka)
Cika Rianda (Posesif)
Darwyn Tse (Pengabdi Setan)
Darto Unge (Kartini)

Pemeran Utama Pria Terbaik
Adipati Dolken (Posesif)
Deddy Sutomo (Kartini)
Ernest Prakasa (Cek Toko Sebelah)
Teuku Rifnu Wikana (Night Bus)

Pemeran Utama Wanita Terbaik
Adinia Wirasti (Critical Eleven)
Dian Sastrowardoyo (Kartini)
Putri Marino (Posesif)
Sheryl Sheinafia (Galih dan Ratna)
Tatjana Saphira (Sweet 20)

Pemeran Pendukung Pria Terbaik
Alex Abbad (Night Bus)
Dion Wiyoko (Cek Toko Sebelah)
Slamet Rahardjo (Sweet 20)
Tyo Pakusadewo (Night Bus)
Yayu Unru (Posesif)

Pemeran Pendukung Wanita Terbaik
Adinia Wirasti (Cek Toko Sebelah)
Christine Hakim (Kartini)
Cut Mini (Posesif)
Djenar Maesa Ayu (Kartini)
Marissa Anita (Galih dan Ratna)
Niniek L Karim (Sweet 20)
Widyawati Sophiaan (Sweet 20)

Pemeran Anak Terbaik
Aisha Nurra Datau (Iqro: Petualangan Meraih Bintang)
Bima Azriel (Surat Kecil untuk Tuhan)
Muhammad Iqbal (Stip dan Pensil)
Muhammad Adhyat (Pengabdi Setan)
Muhammad Razi (Surau dan Silek)
Neysa Chandra Melisenda (Kartini)

Film Pendek Terbaik
Amak – Ella Angel
Babaran – Meilani Dina Pangestika
Buang – Eugene Panji
Jendela – Rani Pratama
Kleang Kabur Kanginan – Riyanto Tan Ageraha
Lintah Darat – Putri Zakiyatun Nimah
Nyathil – Anggita Dwi Mardiana
Pentas Terakhir – Triyanto ‘Genthong’ Hapsoro
Ruah – Makbul Mubarak
Salam dari Kepiting Selatan – Zhafran Solichin

Film Animasi Pendek Terbaik
Darmuji 86: Bhinneka di Persimpangan – Ahmad Hafidz Azro’i
Kaie and the Phantasus’ Giants – Ahmad Hafidz Azro’i
Lukisan Nafas – Fajar Ramayel
Make A Wish – Salsabilla Aulia Rahma
Mudik – Calvin Chandra, Ardhira Anugrah Putra, Alfonsus Andre, Aditya Prabaswara

Film Dokumenter Panjang Terbaik
Balada Bala Sinema – Yudha Kurniawan
Banda: The Dark Forgotten Trail – Jay Subiakto
Bulu Mata – Tonny Trimarsanto
Ibu (An Extraordinary Mother) – Patar Simatupang
Negeri Dongeng – Anggi Frisca
Tarling is Darling – Ismail Fahmi Lubis

Film Dokumenter Pendek Terbaik
Anak Koin – Chrisila Wentiasri
Dluwang: The Past from the Trash – Agni Tirta
Living in Rob – Fuad Hilmi
Sepanjang Jalan Satu Arah – Bani Nasution
Solastalgia – Kurnia Yudha F
Songbird: Burung Berkicau – Wisnu Surya Pratama
The Unseen Words – Wahyu Utami Wati

Lifetime Achievement Award : Budiati Abiyoga