Dinas Lingkungan tak Perlu ‘Sembunyi-sembunyi’

Amurang, nyiurtimes.com–Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Minsel dikritik sejumlah kalangan. Ada semacam kecurigaan instansi besutan Roy Sumangkut itu dianggap tidak transparan dan terkesan sembunyi-sembunyi mengenai hasil uji labolatorium sampel dugaan pencemaran limbah PT Global Coconut. Pasalnya meski mengaku sudah mengantongi hasil labolatorium yang menunjukkan dugaan pencemaran itu negatif, pihak DLH tak kunjung menunjukkan secara fisik bukti hasil uji lab tersebut.
“DLH harusnya terbuka kepada publik. Utamanya warga Radey dan sekitarnya. Apalagi ini menyangkut dugaan pencemaran. Hasil lab itu harus disampaikan dan ditunjukkan secara fisik. Bukan hanya sekedar mengaku sudah mengantongi tapi tau mau menunjukkan, ” kritik pemerhati lingkungan Minsel Karel Lakoy.
Hal senada pula ditegaskan aktivis muda Minsel yang juga praktisi hukum Maykel Tielung. Ia menantang DLH supaya transparan memberanikan diri menunjukkan langsung bukti fisik uji lab.
“Justru harus dicurigai. Ada apa kok DLH seolah-olah terkesan menyembunyikan bukti fisik hasil uji lab, ” tanya Tielung.
Sementara itu, dalam konfrensi pers yang digelar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Minsel terkuak sudah ada hasil uji lab dugaan pencemaran limbah PT Global Coconut. Walau begitu pihak DLH tetap tak bisa menunjukkan secara fisik bukti hasil uji tersebut.
“Prinsipnya dari hasil pengujian sampel dengan menggunakan 23 indikator hasilnya negatif, ” ungkap Sumangkut. (*)