Dies Natalis Ke 53 UKIT YPTK GMIM, Pinontoan: Refleksi Penghayatan Minggu Sengsara

Tomohon, Nyiurtimes.com – Perayaan HUT ke- 53 Universitas Kristen Tomohon YPTK 20/02 dilaksanakan secara sederhana tapi penuh sukacita. Acara yang di laksanakan di Lapangan Bersinar Kampus UKIT YPTK di ikuti oleh seluruh Civitas Akademika serta Pengurus yayasan.

“Ini sangat special, karena bertepatan dengan minggu sengsara,” kata Denni Pinontoan, Wakil Dekan Fakultas Teologi UKIT YPTK. Menurutnya ini adalah saat yang tepat untuk merefleksikan pergumulan UKIT YPTK dan GMIM pada umumnya. Merayakan lahir kelahiran, menurut Pinontoan mestinya dengan sukacita, kata Pinontoan, tapi dengan pergumulan UKIT maka mestinya semua warga GMIM mengingat akan masalah yang terjadi di perguruan tinggi ini.

“Mari kita dalam kerendahan diri mengikuti jalan salib Yesus untuk bersama-sama mengungkap kebenaran di balik masalah UKIT. Pimpinan sinode terutama, harusnya paling depan untuk pengungkapan kebenaran. Itulah makna sesungguhnya dari rekonsiliasi.”
Kata Pinontoan lagi, UKIT itu adalah milik GMIM. Didirikan oleh para tokoh GMIM di tahun 1965 untuk menjawab pergumulan orang-orang Minahasa.

“Harapan saya ada niat baik dari pimpinan sinodal GMIM atau yang akan terpilih nanti untuk lebih tegas menyelesaikan masalah UKIT dengan jalan rekonsiliasi. Dengan cara pastoral, bukan struktural. Gereja itu tidak kebal kesalahan. Kalau ada pengakuan kesalahan, inilah bagian dari refleksi Penghayatan sengsara Yesus yang sesungguhnya,” tutup Pinontoan. Rangkaian Acara Dies Natalis ini diakhiri dengan Pelepasan Balon Perdamaian oleh Civitas Akademika UKIT YPTK GMIM. #ukitsatu. (CdR)