Diduga Main Mata,BPN Minsel Terbitkan Sertifikat Tanah 113 Hektar

Amurang,Nyiurtimes.com — Merasa dirinya tak bisa disentuh aparat hukum, Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) kabupaten minahasa selatan (minsel), masih saja menganggap remeh dengan penerbitan sertifikat tanah kontroversi yang di terbitkannya.

Penerbitan sertifikat tanah yang diketahui berjumlah 113 hektar, yang terletak di antara desa popareng dan desa wawontulap, kecamatan tatapaan kabupaten minsel, masih saja tidak ada kejelasan dari pihak BPN Minsel.

Ketika di konfirmasi wartawan media ini, lewat via WhatsApp no 081245411xxx, Deany Keintjem selaku kepala BPN Minsel tidak mau menanggapi. Entah apa yang menjadi alasan kepala BPN Minsel Deany Kenitjem untuk tidak menanggapi akan hal yang dimaksud.

Sementara itu, Hukum Tua desa Wawontulap fadli Tapola, merasa dilecehkan atas apa yang dilakukan pihak BPN, dan terus bertanya – tanya. Dirinya mengatakan, kenapa pihak BPN bisa saja menerbitkan sertifikat tanah walau tanpa ada pengukuran dari pemerintah desa.

“Kami selaku pemerintah desa, merasa diremehkan atas tindakan yang dilakukan oleh pihak BPN Minsel. Karena setau kami, ketika tidak ada pengukuran tanah dari pemdes, maka tidak boleh ada penerbitan sertifikat oleh BPN” Ucap Fadli dengan nada kesal.

Sehingga muncul dugaan darinya, kalau penerbitan sertifikat tanah tersebut, sudah ada main mata antara pihak perusahan kelapa sawit, camat dan pihak BPN.
(Victor)