Buni Yani Di Vonis Bersalah, Melky Pangemanan: Ahok Seharusnya Bebas!

Buni Yani divonis bersalah

Jakarta,nyiurtimes.com- Terdakwa perkara pelanggaran UU ITE, Buni Yani, akhirnya divonis bersalah dan dijatuhi pidana selama 1 tahun dan 6 bulan penjara dalam sidang vonis yang digelar di Gedung Dinas Perpustakaan dan Arsip, Jalan Seram, Kota Bandung, Selasa (14/11/2017).

Majelis hakim yang diketuai M Saptono menilai Buni Yani melakukan perbuatan yang memenuhi unsur Pasal 32 Ayat 1 dan Pasal 28 Ayat 2 UU ITE berupa ujaran kebencian dan mengedit video pidato Ahok.

Ketua DPW PSI Sulawesi Utara Melky Pangemanan saat dimintai tanggapan media nyiurtimes.com, mengatakan bahwa dengan di vonis bersalah dan dijatuhi pidana selama 1 tahun 6 bulan kepada Buni Yani membuktikan bahwa Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok tidak bersalah dan seharusnya bebas serta harus dipulihkan nama baiknya.

“Vonis bersalah hakim kepada Buni Yani, mempertegas bahwa Pak Ahok sebenarnya tidak bersalah dan seharusnya dibebaskan serta nama baiknya dipulihkan. Semua perbuatan yang mengakibatkan Pak Ahok dipenjara, semua diawali karena manusia satu ini, Buni Yani”. Ucap Pangemanan dengan nada tinggi dan berapi-api.

Pangemanan menambahkan bahwa saat ini sebaiknya publik menunggu putusan bersalah terhadap Buni Yani sampai berkekuatan hukum tetap, mengingat saat ini melalui penasehat hukumnya, langsung mengajukan banding pada saat di muka persidangan.

“Tunggu saja dulu sampai putusannya berkekuatan hukum tetap. Kalau Buni Yani kalah dalam banding maka putusan tersebut dapat dijadikan sebagai novum bagi Pak Ahok untuk mengajukan peninjauan kembali. Meskipun saya kira Pak Ahok tidak akan melakukan PK tetapi paling tidak publik harus tahu bahwa Pak Ahok tidak bersalah, Buni Yani lah yang jadi biang masalah”. Tandas Pangemanan. (**)