Beri Klarifikasi Begini Penjelasan Camat Tumpaan

Amurang, nyiurtimes.com–Camat Tumpaan JT akhirnya angkat bicara. Ia memberi klarifikasi selintingan informasi mengenai dugaan skandal selingkuh yang tengah menderahnya. Apalagi isu miring itu terlampau membentuk opini liar dan jadi buah bibir banyak kalangan. Secara meyakinkan ia tak membantah ada penggebrekan yang dilakukan polisi. Tapi penting untuk diketahui publik ada yang mesti diluruskan sebab tak semua kabar yang menyebar itu adalah benar. Secara runut birokrat yang dikenal kalem itu perlahan menjelaskan kronologi sebenarnya.
Ia menyebutkan pada malam itu, dirinya tak sendiri saat mendatangi tempat kos LM yang diisukan jadi kekasih gelapnya.

“Memang niatnya datang bertamu. Itu sebab tak sendiri. Ada beberapa teman juga. Hanya saja selang beberapa waktu kemudian mereka (teman, red) pulang. Ditinggallah kami berdua. Tapi jujur tak melakukan apa-apa. Cuma sekedar bercerita, ” terang JT. Olehnya itu saat digrebek polisi JT mengaku dirinya bersama rekan wanita tersebut dalam posisi ngobrol.

“Penggebrekan itu dilakukan persis tidak begitu lama saat kami berada dalam kamar. Kira-kira baru 30 menit kami tiba. Karena sebelumnya saya bersama dua teman tadi baru saja dari rumah duka tepatnya di Tumpaan satu,” ungkapnya menepis beragam informasi liar.
Pernyataan oknum camat tersebut ikut dikuatkan rekan wanitanya LM. Wanita penghuni kos itu secara tegas mengatakan kedatangan Camat pada Rabu malam itu hanya sekedar bertamu.

“Kita melakukan apa-apa kok. Lagian saya tahu dia camat. Makanya saya terima dengan baik ketika bertamu. Bahkan bukan saja hanya pak Camat yang sering datang melainkan banyak teman-teman yang sering kunjungi dan nongkrong di tempat ini, dan apa memang salah jika seorang Camat mengunjungi warganya sendiri,” timpal LM
Memang kata dia, mereka ngobrol hingga larut malam.

“Namanya juga kos-kosan masuk pintu langsung di dalam satu ruangan, dan pak Camat sebelumnya ada di depan pintu bersama satu temannya dan saat itu sementara minum anggur. Tiba-tiba teman yang satunya pulang jadi tinggal kami berdua,” ungkapnya.

Sementara di sisi lain, peristiwa tersebut ikut memantik respon Wakil Ketua DPRD Minsel Rommy Pondaag. Ia membedah, kalau toh benar ada dugaan perselingkuhan maka sebaiknya yang bersangkutan diberi sanksi.

“Bila perlu dicopot dari jabatan sebagai Camat. Sebagaimana diatur dalam PP 53 tahun 2010 tentang disiplin pegawai negeri, ” komentar Pondaag. Walau begitu ia mengisyaratkan harus benar ada indikasi. (Viktor)