Bantah Aksinya Ditunggangi, Korlap Arjen Wowor Tegaskan Aksi Murni Tuntutan Mahasiswa

MINAHASA SELATAN, Nyiurtimes.com — Koordinator Lapangan Arjen Wowor menegaskan bahwa aksi solidaritas memprotes polemik BPJS di Kabupaten Minahasa Selatan yang digekar Jumat (24/1) kemarin adalah murni lahir dari refleksi mahasiswa yang memiliki concern sosial tulen dan konsisten. Itu sebabnya melalui siaran pers pihaknya membantah tuduhan aksi yang digelar di Kantor Bupati, Kantor BPJS dan Gedung DPRD Minsel ditunggangi politis.

Demikian siaran pers lengkap yang diterima redakasi Nyiurtimes.com

Menyikapi persoalan Nasional Soal naiknya BPJS 100% dan Tidak adanya APBD Minsel 2020, termasuk anggaran Kesehatan yg tahun lalu mencapai 18 miliar, membuat kami perlu mengkritisi dan mendiskusikan.

Setelah kami mendiskusikan pada kalangan mahasiswa Minsel UNIMA maka perlu adanya Dialog dgn Pemkab Minsel dan DPRD Minsel. Untuk ke Amurang kami membutuhkan kendaraan.

Spontan kami menghubungi Senior UNIMA asal Minsel yg saat ini menjadi Pimpinan di DPRD Sulut (Senior Billy Lombok). Senior Billy langsung merespon untuk meminjamkan 1unit mobil mini bus. Kami pun menyurat ke Ketua DPRD Minsel Ibu Jenny Tumbuan/ Nini (ibu dari Bupati Minsel) yg isinya akan mengadakan Dialog mengenai hal diatas dan mengundang pihak terkait (BPJS dan Pemkab Minsel).

Surat itu diterima oleh Sekretariat DPRD MinSel.. Jadi Dialog itu diinisiasi oleh mahasiswa Minsel, bukan dari Senior Billy.

Awalnya Dialog berubah menjadi aksi/orasi didepan kantor BPJS dan Kantor Bupati Berakhir Dialog di kantor DPRD Minsel. Karena hasil kesepakatan bersama untuk melakukan aksi jalan kaki..

Dikantor Bupati kami berdialog dengan Assiten 1, assisten 2 dan Kadis Kesehatan serta sekretaris Dinas Sosial Minahasa Selatan.
Di DPRD Minsel kami diterima oleh Fraksi Golkar Roby Sangkoy dkk.
Disusul oleh Wakil Ketua Stevanus Lumowa (PDIP) dan Royke Kaloh (Demokrat) didalam ruang rapat.

Juga mengikuti Ibu Jecklyn Koloay (Perindo) yg memilih duduk dgn mahasiswa karena tdk mendapatkan pemberitahuan sebelumnya dari pihak sekretariat. Selain Billy Lombok, kami juga menghubungi salah satu Wkl Ketua DPRD Sulut lainnya dari dapil Minsel-Mitra

Poin2 yg kami tuntut adalah :
1. Segera membuat APBD 2020 dan memasukan anggaran Kesehatan.
2. Segera membuat PerBup Minsel 2020
3. Jaminan Kesehatan rakyat semesta, bukan asuransi yg berbentuk BPJS.
4. UU SJSN sistem jaminan sosial Nasional 2004
5. UUD 45 pasal 28.H dan Pasal 34.

Semoga Aksi kami tidak Politisasi, karena aksi ini dari awal untuk membela Kepentingan Rakyat Minahasa Selatan dan SULUT. Agar Orang Miskin Dilarang sakit oleh karena kenaikan BPJS dan tidak adannya APBD Minsel 2020
Makase buat Pemerintah Minsel yg Menerima kami, Bpk Ass 1, 2, Kadis Kesehatan dan Sek DinSos Minsel. Atas nama Bupati dan wakil Bupati
Makase banya buat
DPRD Minsel, Wkl Ketua Stevanus Lumowa, Robby Sangkoy, Royke Kaloh, Jecklyn Koloay dan Y.N. Mandey.. dan kepala BPJS Minsel