Bagian Umum ‘Hambat’ Penyaluran PKH

- Iklan -
Iklan Bank Sulutgo 1

Amurang,Nyiur Times.com—Sudah tiga hari belakangan proses perampungan dokumen penyaluran program keluarga harapan terhambat. Akibat aliran listrik ke kantor sekretariat yang tersambung dari Bagian Umum dan Perlengkapan Setdakab Minsel mengalami gangguan. Ironinya, persoalan tersebut sudah diadukan berulang kali. Tapi tak mendapat respon bagus. Malah terkesan dicuekin.

Kordinator PKH Kabupaten Minahasa Selatan Robert Tutu ketika diwawancarai mengakui bahwa kejadian ini sudah berulang kali terjadi yang notabene menghambat kinerja dari kami yang berkantor disitu dan dampaknya ada pada ± 12.000 Keluarga Penerima Manfaat di Kabupaten Minahasa Selatan, pasalnya saat ini kami sedang melaksanakan program Agustus Tuntas.

Sebagaimana yang dimandatkan Kementerian Sosial RI dengan berbagai tugas diantaranya : Pemutakhiran Data Peserta untuk acuan penyaluran Dana Bansos Tahap 4 dan Pelaporan Progress Pelaksanaan  penyaluran Dana Bansos Tahap 3 yang sementara berlangsung oleh Pihak Bank Mandiri.

” Terpaksa kami harus mengambil opsi menggunakan genset untuk pengaliran listrik yang beresiko merusak server kami ketika Kabupaten/Kota lain di Negara ini ditunjang oleh Pemerintah Daerah untuk tugas kejar deadline demi kepentingan masyarakat banyak,” terang Tutu.

Lain hal juga disampaikan oleh Tonni Kaeng selaku Sekretaris Karang Taruna Minahasa Selatan yang kebetulan Sekretariatnya berdampingan dengan Sekretariat PPKH Minahasa Selatan mengaku sangat kecewa dengan kinerja Bagian Umum Perlengkapan Setdakab Minsel yang lambat merespon keluhan yang disampaikan, kami pun ikut menerima dampaknya di Sekretariat Karang Taruna yang vakum beraktifitas selama 3 hari terakhir katanya. Malahan kejadian ini sudah disampaikan pada Pak Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Selatan Drs. Danny Rindengan, MSi sebagai penanggung jawab pengelolah gedung yang dipinjampakai. Kabag Umum Perlengkapan Setdakab Minsel pun sejauh ini tidak bisa dihubungi lewat contact personnya, sungguh sangat disayangkan betapa banyak pekerjaan terbengkalai dan kepentingan puluhan ribu orang penerima PKH yang digadaikan karena kejadian ini, terang Toni yang juga sebagai SDM PKH di Kabupaten Minahasa Selatan. Kita tunggu saja babak baru pengentasan kemiskinan di daerah ini selanjutnya. (*)