Babinsa-Masyarakat Panen Padi di Rainis

- Iklan -
Iklan Bank Sulutgo 1

 

TALAUD– Kebutuhan akan bahan pangan merupakan hal wajib yang harus dipenuhi oleh setiap orang. Sehingga pangan memiliki nilai yang strategis terhadap kelangsungan hidup masyarakat.

Bertambahnya jumlah penduduk Indonesia, maka makin meningkat pula permintaan akan kebutuhan pangan ini, termasuk di Kabupaten Talaud.

Seiring dengan berkembangnya Kabupaten Talaud yang mulai padat masyarakat, maka kebutuhan akan bahan makanan menjadi semakin meningkat. Terlebih lagi wilayah kabupaten Talaud merupakan wilayah Kepulauan dimana sebagian besar warganya berprofesi sebagai nelayan. Lahan persawahan di Talaud sangat minim sehingga untuk memenuhi kebutuhan bahan pangan (beras)  harus mendatangkan dari luar daerah.

Belakangan ini, program cetak sawah yang dilaksanakan oleh kementrian pertanian yang bekerja sama dengan TNI AD 2016 lalu, mulai membuahkan hasil lahan persawahan yang bertambah, memunculkan minat masyarakat untuk alih profesi. Semula nelayan mulai beralih ke pertanian. Hal ini tentu tidak lepas dari peranan Kodim 1312/Talaud yang tidak henti-hentinya melaksanakan pendampingan terhadap masyarakat. Babinsa sebagai ujung tombak Kodim dalam melaksanakan pembinaan wilayah menunjukkan perannya saat terlibat kegiatan bersama masyarakat.

“Begitu banyak kegiatan yang sudah dilakukan¬† babinsa di jajaran Kodim 1312/Talaud sebagai wujud pengabdian kepada bangsa, negara dan masyarakat Indonesia. Seperti yang dilakukan Babinsa Desa Alo, Kopda Jackson Larenggam untuk menunjang ketahanan pangan di Wilayah Kabupaten Talaud. Babinsa melaksanakan pendampingan terhadap kelompok tani yang ada di desanya, sejak tanam hingga panen. Babinsa tidak mengenal lelah untuk mendampingi para petani melaksanakan kegiatan bertani,” ujar Dandim 1312/Talaud Gregorius Eka Setiawan.

Setelah tiga bulan berlalu, babinsa bersama kelompok tani binaannya melaksanakan Panen Padi bersama didesa Alo Utara Kecamatan Rainis di. “Jenis padi Pandan wangi, luas lahan satu Ha dengan hasil panen sekira tiga ton.
Masyarakat sudah mulai berpikir untuk memenuhi kebutuhan pangan tanpa harus mendatangkan dari luar daerah,” tandas Gregorius.(Tika)