Aneh! Demo BPJS Minsel, Pendemo Diduga Gunakan Mobil Dinas Deprov Sulut Ada Apa?

MINAHASA SELATAN, Nyiurtimes.com — Aksi demo mahasiswa di depan Kantor Bupati, BPJS dan Gedung DPRD Minsel Jumat (24/1) kemarin menimbulkan kecurigaan sejumlah pihak.

Yang cukup mengejutkan adalah, sejumlah fakta dan informasi menunjukkan kedatangan para pendemo ke Minsel itu diduga menggunakan Mobil Dinas (Monas) milik Sekretariat DPRD Sulut.

Kendaraan dinas yang diduga milik Sekretariat Deprov Sulut

Yang diduga kuat difasilitasi oknum pimpinan Deprov Billy Lombok.

Sejumlah sumber di lapangan mengaku sejak awal informasi mobil dinas yang digunakan aksi massa itu sudah beredar kencang.

“Betul torang juga so dapa informasi bahwa aksi massa yang datang demo itu pake oto dinas (mobil dinas, red) yang diduga itu milik Sekretariat Deprov Sulut, ” ungkap sumber resmi.

Sas sus kendaraan tersebut diketahui difasilitasi oleh oknum pimpinan Deprov Billy Lombok.

“Hasil penelusuran kami sepertinya mereka difasilitasi pak Billy, ” tandasnya.

Wakil Ketua Deprov Sulut Billy Lombok saat dikonfirmasi via telpon mengaku benar kendaraan itu difasilitasi dirinya. Hanya menurutnya dalam komunikasi dengan mahasiwa itu tidak menyebutkan detil agendanya untuk demonstrasi.

“Yang mereka minta tolong itu kegiatan kemahasiswaan. Bukan untuk demonstrasi. Kita juga belum dapatkan klarifikasi ke mereka. Karena belum terhubungi, ” aku Lombok.

Dia menyatakan secara idiologis mayoritas mahasiswa Minsel di Unima (Hima Minsel) itu memiliki kedekatan emosional yang kuat dengan dirinya sejak ayahnya masih menjadi Rektor.

“Jadi torang memang dekat. Kalau ada kegiatan-kegiatan mahasiswa ya selalu dibantu. Tapi, bukan tujuannya untuk demonstrasi, ” terangnya.

Dirinya juga membantah bahwa demo massa yang berjumlah puluhan orang itu didrive olehnya.

Diketahui aksi protes masa aksi tersebut
menolak kenaikan iuran BPJS, meminta pengkajian kembali produk hukum BPJS, dan rekonsialiasi kembali permasalahan internal DPRD Minsel serta produk hukum peraturan kepala daerah (Perkada) agar segera diterbitkan. (*)