Akibat Tambang pasir tanpa ijin, Sabodam dan Jembatan terancam hancur

Amurang,Nyiurtimes.com — Tambang pasir (Galian C) yang tidak mengantongi ijin dari dinas pertambangan terus saja dijalankan oleh oknum pengusaha yang iming – iming ingin mendapatkan keuntungan lebih.

Dengan menggunakan alat penghisap pasir sih oknum pengusaha terus menerus melakukan kegiatan penambangan pasir dan lokasinya pun sangat berdekatan dengan bangunan milik negara yaitu “Jembatan kebun solusu” dan “Sabodam yang adalah pengendali lahar akibat letusan gunung berapi dan juga bermanfaat sebagai pengendali erosi hutan dan daerah pertanian serta mencegah bahaya longsor.

Infrastruktur yang untuk kepentingan banyak orang ini didugah akan dirusak oleh oknum pengusaha yang dengan sengaja membuat lokasi pasir (Galian C) di area tersebut.
Melihat akan hal ini, marco pesik yang hampir setiap harinya melewati jalan tersebut mengatakan sangat disayangkan jika bangunan yang dibuat oleh pemerintah malah di rusak hanya untuk kepentingan pribadi.

“Sangat disayangkan jika bangunan yang dibuat pemerintah malah dirusak oleh oknum pengusaha yang tidak bertanggung jawab” ungkap pesik

Dia pun berharap ada tindakan dari pihak – pihak terkait agar supaya tambang pasir ilegal ini bisa di hentikan. Karena Tak terkecuali tambang rakyat dan tambang liar diatur jelas dalam Undang-undang Dasar 1945 Pasal 33 ayat 3 yang menegaskan bahwa bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebasar-besarnya kemakmuran rakyat.
(Viktor)