AHY Kritik Jokowi Soal Revolusi Mental, Melky Pangemanan: Harusnya AHY Malu!

Melky Pangemanan (Ketua DPW PSI Sulawesi Utara) dan Agus Harimurti Yudhoyono (Ketua Kogasma PD)
- Iklan -
Iklan Bank Sulutgo 1

Manado, Nyiurtimes.com – Ketua Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengkritik program Revolusi Mental yang diusung pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Menurut AHY, program Revolusi Mental tampaknya sedikit tersisih dengan pembangunan infrastruktur yang digalakkan oleh pemerintah.

“Ketika pemerintah saat ini berhasil membangun ribuan kilometer jalan, ratusan jembatan, dan proyek infrastruktur lainnya, lantas kita patut bertanya “Apa kabar, Revolusi Mental?”,” kata Agus saat menyampaikan orasi bertajuk Mendengar Suara Rakyat di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Sabtu (09/06/2018).

“Kita larut dalam hiruk pikuk pembangunan infrastruktur. Padahal, konsep ini sangat vital, sebagai upaya, mengembalikan karakter bangsa, sesuai bentuk aslinya, yaitu karakter yang santun, berbudi pekerti, dan bergotong royong,” tutur Agus.

Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sulawesi Utara Melky Pangemanan mengomentari kritikan AHY kepada Presiden Joko Widodo.

Menurut Melky, seharusnya AHY malu atas kritikannya tersebut jika melihat apa yang telah dilakukan Presiden Jokowi.

“AHY harusnya malu. Bertanya apa kabar revolusi mental. Publik akan bertanya ke bapaknya, selama 10 tahun memimpin buat apa saja? Mungkin juga ada yang bertanya “Apa kabar hambalang?”, kata Melky.

“Menurut saya revolusi mental itu selaras dengan slogan pak Jokowi kerja, kerja, kerja. Revolusi mental mulai diwujudkan dalam etos kerja keras membangun infrastruktur indonesia dari sabang sampai merauke. Coba lihat Papua sekarang ini. BBM satu harga cara untuk merubah mental para mafia minyak. Petral dibubarkan juga wujud dari revolusi mental dan masih banyak lagi. Saya kira publik tahu lah apa yang dikerjakan pak Jokowi dibanding pak SBY 10 tahun memimpin. Pak Jokowi lah lebih baik”, tandas Melky. (**)