Ada Apa Minsel Marak Gantung Diri? Begini Kata Sosiolog Unsrat Dr Benedicta Mokalu

Amurang,Nyiurtimes.com–Lagi, kisah tragis dan menyedihkan terjadi di kabupaten Minahasa Selatan. Seorang IRT nekat menghabisi nyawanya dengan cara gantung diri. Peristiwa bunuh diri yang dilakukan MS alias Marlina (26) warga kelurahan Ranoiapo Amurang itu, kian menambah deretan kasus sejenis yang terjadi secara berturut-turut. Berdasarkan data yang diperoleh selang dua bulan terahir ini sudah tiga kasus yang terjadi. Menariknya hampir semua peristiwa yang menghebohkan warga itu dilakukan akibat terpendam sakit hati. Mirisnya lagi rata-rata korban masih berusia produktif.

Kapolres Minahasa Selatan AKBP FX Winardi Prabowo membenarkan peristiwa bunuh diri tersebut.
“Korban gantung diri, seorang perempuan berinisial MS alias Marlina (26), warga Kelurahan Ranoyapo. Korban ditemukan tak bernyawa tergantung di pintu bagian dapur dengan menggunakan kain sarung,” terangnya. Usai mendapat laporan, Kapolres mengaku pihkanya melalui personil gabungan Polres Minsel telah mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah TKP. Korban pun telah diidentifikasi serta dievakuasi.

“Kita telah melakukan olah TKP, proses identifikasi serta melakukan pengumpulan bahan dari sejumlah saksi, termasuk pihak keluarga dan kerabat korban,” tutur dia. Adapun pihak keluarga menyatakan penolakan untuk dilakukan proses otopsi dengan alasan telah menerima peristiwa ini sebagai suatu musibah.

Sementara itu, Sosiolog Unsrat Dr Benedicta Joseline Mokalu membedah ada dua faktor dominan orang bunuh diri : Pertama, masalah diri sendiri dimana orang tidak mampu kendalikan diri untuk tidak bertindak nekat, misalnya seseorang mengalami gangguan psikis, tidak mampuh meghadapi tekanan hidup, merasa tidak berguna untuk keluarga dan lingkungan sosial.

Kedua, aspek sosial. Lingkungan sosial semakin individualis dan materialis, artinya tingginya persaingan dan gaya hdup, seseorang rentan merasa kalah bersaing dengan orang lain.(*)

Kasus Gantung Diri Awal Tahun

(2/1), RL alias Roy (39), pria asal Desa Tambelang Kecamatan Maesaan, ditemukan tewas tak bernyawa di rumahnya.

(6/1), JM alias Jacky (20) warga Desa Boyong Atas, Kecamatan Tenga, tewas gantung diri di tempat pengeringan kelapa.

(6/2), MS alias Marlina (26), warga Ranoyapo, Kecamatan Amurang, tewas gantung diri di rumahnya.