Abu Bakar Ba’asyir Segera Bebas, MJP: Terorisme Kejahatan Berat Terhadap Kemanusiaan

Melky Jakhin Pangemanan (MJP)

Manado, Nyiurtimes.com – Pendiri Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) Abu Bakar Ba’asyir, yang mendekam di penjara akibat kasus terorisme segera dibebaskan.

Pembebasan Ba’asyir sendiri disetujui oleh Presiden Joko Widodo.

Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sulawesi Utara Melky Jakhin Pangemanan (MJP) mengatakan keputusan Jokowi membebaskan Ba’asyir tidak bertentangan dengan perundang-undangan.

“Jelas keputusan pak Jokowi tidak melanggar perundangan-undangan dan ini adalah pertimbangan kemanusiaan mengingat Ba’asyir sudah sepuh dan sakit-sakitan”. ujar MJP.

Meskipun mendukung langkah Presiden Jokowi tapi Melky menyebut keputusan tersebut kontroversial mengingat Ba’asyir menolak menandatangani komitmen setia pada NKRI dan Pancasila.

“Pak Jokowi telah mempertimbangkan dengan matang keputusan tersebut. Hanya saja Ba’asyir yang harus dipertanyakan lagi komitmennya terhadap NKRI dan Pancasila. Buktinya dia tidak mau menandatangani surat tersebut. Ini yang bisa membuat publik ragu. Keputusan ini bisa jadi kontroversial. Ia seharusnya teken surat pernyataan setia pada Pancasila”, kata Melky.

Menurut Melky, publik dibuat gusar dengan penolakan Ba’asyir untuk mengakui setia pada NKRI dan Pancasila.

“Ingat! Terorisme adalah kejahatan berat terhadap kemanusiaan. Ba’asyir terbukti terlibat. Oleh karena itu publik berharap dia mengakui dan berkomitmen untuk setia pada pancasila, itu saja. Kita ini tipikal bangsa pemaaf. Pasti semua sudah memaafkan, satu catatan Ba’asyir harus setia pada NKRI dan Pancasila”, tegas MJP (**)