Abrasi Ancam Pesisir Pantai

- Iklan -
Iklan Bank Sulutgo 1

Talaud,nyiurtimes.com- Sekitar wilayah pantai Kabupaten Kepulauan Talaud terancam abrasi akibat gelombang air laut pasang dan hujan lebat yang menghantam wilayah pesisir ini.

Beberapa hari terakhir, hujan lebat kembali melanda Wilayah yang berbatasan langsung dengan Negara Filipina ini. Jika berkepanjangan, ditakutkan akan memicu terjadinya banjir dan abrasi di wilayah pesisir pantai. Khususnya di kawasan pemukinan warga.

Ancaman abrasi di wilayah pesisir Talaud, terjadi dan dirasakan mengancam warga semenjak badai esktrem melanda wilayah ini. Dimana abrasi dan banjir mendominasi peristiwa bencana yang terjadi sepanjang 2017 lalu. Selain abrasi dan banjir, menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), jenis bencana lain yang terjadi yakni orang hilang dan tenggelam, angin kencang juga mengancam keselamatan warga.” Waspada Cuaca Buruk. Kalau hendak melaut, pintar-pintarlah melihat cuaca,” ujar Sekkab Adolf Binilang.

Akibat cuaca ekstrim yang melanda wilayah perbatasan ini, beberapa titik jalan sempat putus akibat timbunan tanah longsor. Jaringan telekomunikasi terganggu dan listrik sering padam. Guguan Kepulauan Talaud dikenal dengan daerah rawan bencana. Baik itu tanah longsor, banjir dan gelombang laut. Untuk itu, bagi masyarakat yang membangun rumah dipinggiran sungai, pegunungan dan pantai untuk jelih melihat situasi dan kondisi alam. ” para pengguna jalan harus waspada. Waspada dengan pohon tumbang dan bencana lainnya. Bagi nelayan, jika cuaca ekstrim jangan melakukan aktivitas melaut. Ada empat kecamatan yang rawan banjir dan tanah longsor. Warga Kecamatan Beo, Lirung, Tampan’amma dan kecamatan Essang untuk lebih berhati-hati sebab masuk dalam daerah rawan bencana. Dimintakan juga bagi pemerintah desa agar segera melaporkan kondisi desa,” kata Kepala Badan Penanggulangan Becana Daerah (BPBD) Kepulauan Talaud Nelson Udang. (Tika)